17 Sep 2017

Kumpulan Cerpen Tentang Lokalitas Bali

Posted by with No comments
17 September 2017 | di Kantin Ramsis

Mood menulis kali ini dipengaruhi oleh sebuah buku kumpulan cerpen karya Wayan Sunarta berjudul ‘Perempuan yang Mengawini Keris’. Saat itu saya ke acara MIWF (Makassar International Writers Festival) di Benteng Rotterdam tanggal 19 Mei 2017. Singgah ke lapak Kata Kerja dan aku tertarik dengan judul ini, masih tersegel, jadi rasa penasaran kenapa perempuan kok nikahnya sama keris? bisa terjawab jika saya membelinya.

Perempuan yang Mengawini Keris, pembatas buku dari kata kerja
Lembar demi lembar aku baca dan terjawablah kenapa si perempuan ini kawinnya sama keris. jika ada nikah lawan jenis, nikah sesama jenis, ternyata ada juga nikah dengan benda. Tidak hanya judul cerpen itu saja yang menurutku menarik untuk dibaca, masih ada 16 cerpen yang tidak kalah menarik. Antara lain judul cerpen-cerpen tersebut Perjalanan Patung Perempuan, Rastiti, Putu Kaler dan Luh Sari, Aku Membeli Nyawaku, Mendung Merambati Pelepah Pisang, Kerling Mata Penari Cokek, D Jimbaran Aku Mengenangmu, Pecundang, Buronan, Kuburan Ayah, Dongeng di Bukit Batu Bintan, Pengelana Tanah Timur, Balada Sang Putri Di Gubuk Hamba, Puing Cinta Sang Penari, Nyoman dan Laura, Perempuan yang Mampir dari Warung ke Warung.

Dari judul-judul yang tersebut banyak menceritakan tentang perempuan sebagai karakter utamanya, dan yang membuatku tertarik adalah kumpulan cerpen ini memiliki warna lokal, khususnya lokalitas Bali. Selain membaca ini membuatku terhibur, akupun mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana kultur di Bali. Saya senang dengan gaya penulisan dari Kak Wayan Sunarta alumni Antropologi Budaya, Univeritas Udayana Bali. Endingnya tidak mudah ditebak, dan alurnya juga mudah dipahami.


Untuk yang ingin tahu apa isi dari kumpulan cerpen di buku ini, hehehe maaf saya tidak akan menuliskannya disini karena nanti jadinya nggak penasaran lagi dengan isi buku ini sebab sudah saya ceritakan versi singkatnya.

Bagi para pembaca yang ingin menulis sebuah cerita, cobalah melihat disekitarmu dulu, siapa tahu ada budaya, tradisi yang menarik di tempatmu dan bisa dijadikan sebuah cerita. Buku kumpulan cerpen ini bukanlah buku best seller, tetapi buku ini cocok untuk mengisi waktu luangmu dengan membaca dan menambah pengetahuan tentang lokalitas Bali.

Salah satu kalimat yang saya suka ada dalam cerpen Pengelana Tanah Timur menuliskan,“Sebab pada hakikatnya kita adalah pejalan yang tiada pernah tahu akan berakhir dimana.”

Kita memang tidak tahu akan berakhir dimana, tapi setidaknya kita tahu ingin berakhir seperti apa, apakah dengan memiliki karya? Menjadi sosok inspiratif? Atau yang biasa-biasa saja. Ingat, kita ini adalah pejalan. Karena kita juga hidup di waktu yang sedang berjalan. Manfaatkan sebaik-baiknya.

Oiya, buku ini bisa dibaca oleh perempuan dan laki-laki. Jangan khawatir dengan istilah-istilah yang nanti muncul karena ada penjelasannya kok. Kalau susah menemukan buku ini, bisa dicoba ke penerbit Jalasutra, Jl. Mangunnegaran Kidul no. 25 Yogyakarta. Buka juga websitenya www.jalasutra.com

Selamat membaca dan selamat untuk kalian yang rasa ingin tahunya tinggi tentang budaya lokal.



14 Des 2016

Bright Everyday!

Posted by with No comments

Terima kasih untuk awal Desember yang menyenangkan.

Kenapa bisa Van?

Jadi ceritanya tanggal 28 November 2016 lalu aku ikut kontes yang diadakan Wardah untuk 6 kota. Ada kota Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, Bogor dan Makassar. Nama kontesnya itu ‘Wardah Bright Days Contest’. Jadi setiap minggu Wardah akan pilih 3 pemenang dari masing-masing kota tadi untuk dapat Hampers Wardah dan Gratis Facial Treatment di Wardah Beauty House. Daaann.. Alhamdulillah aku terpilih dipemenang mingguan tepat tanggal 1 Desember 2016, akun instagram @wardahbeauty kirim pesan bahagia itu ke akunku.


Wah, berarti tiap minggu ada 18 pemenang dong? Trus persyaratannya gimana? Susah ya?

Yup! Jadi 18 pemenang mingguan itu selain dapat Hampers Wardah dan gratis Facial Treatment, mereka juga berkesempatan dapat Grand Prize ke Thailand dan Bali bareng orang terdekat yang menginspirasimu. Persyaratannya gampaaannggg. Cuma posting foto orang terdekatmu atau foto berdua juga bisa di akun instagrammu, dibagian caption-nya kamu ceritakan kenapa mereka begitu spesial.

Mention akun instagram @wardahbeauty yang disertai hashtag #CerahkanPagidanMalammu juga #CPDMMakassar (aku tulis Makassar karena aku dari Makassar). Ini nih yang aku kirim ke Instagramku.

foto yang diikutkan Wardah Bright Days Contest
isi caption

Dan ini pas pengumuman pemenang mingguan 1 Desember 2016. Yeaayy..

pengumuman pemenang mingguan Wardah Bright Days Contest

Ambil hadiahnya gimana Van?

Nah, jadi ceritanya gini, sahabatku yang ada difoto instagramku sekarang ada di Gresik dan nggak bisa ke Makassar karena kerja. Jadi digantikan sama Unhy, teman paling pertamaku di kampus dan sama-sama merantau di Makassar. Semoga dapat hadiah grandprizenya deh dan aku bisa ketemu  Devi lagi, Aminnn..

Menerjang gerimisnya kota Makassar ditanggal 3 Desember bersama Unhy, akhirnya pertama kalinya kami datang ke Wardah Beauty House Makassar, untung alamatnya strategis, di Jl. Pengayoman Blok H No. 2 (samping kompas TV), oiya dan ini mulai buka jam 9 pagi sampai 9 malam. 

Saat di facial ada banyak pilihannya, aku dan Unhy pilih acial Lightening Series dan enaaaakkk aku sampai tertidur. Itu komedo dihidung dan noda debu yang melengket, terangkat semuanya. Muka rasa enteng, jadi pengen kesini lagi karena harganya juga terjangkau.

Setelah di facial, kami berdua disuruh menikmati Jus Apokat dan biskuit lucu bentuknya, enak rasanya dan ditambah lagi dapat sekotak cantik produk Wardah yang Lightening. Komplitnya kebahagiaan hari ini. Teman aku Unhy juga senang luar biasa dan dia berterima kasih sekali aku ajakin kesini. Selengkapnya ada di video 1 menit yang aku buat dan diupload di instagram. klik ini.


Di video itu, selain untuk facial ada perawatan lain juga ya?

Yupp! Jadi selain facial, ada creambath, Make Up, dan produk Wardah juga lengkap dijual disini. Pas selesai di facial juga aku tergoda untuk beli produk Wardah. Mumpung awal bulan kan, jadi aku lengkapi produk Wardah Lightening biar aku semakin shine bright like a diamond (backsong Rihanna -  Diamond). Khusus untuk yang tinggal di Makassar, bisa nih follow aku instagram @wbhmakassar dan kalian akan dapat info-info menarik (seperti diskon, promo) yang sedang ada di Wardah Beauty House Makassar, kakak-kakak yang melayani juga ramah dan cantik.


Coba lihat Van, produk Wardah Lightening yang kamu punya apa aja?

Okee.. sekalian aku jelaskan juga yaa masing-masing manfaat dan kegunaannya..

Wardah Lightening Series
Foto diatas itu adalah Wardah Lightening Series yang aku punya. Penjelasan singkatnya tentang produk yang aku punya langsung baca dibawah ini:


Wardah Lightening Creamy Foam
Bangun tidur siap beraktivitas, cuci muka. Mau tidur sehabis beraktivitas cuci muka juga. nah, Wardah lightening creamy foam ini pas aku pakai terasa licin, awalnya mikir jangan-jangan nggak bersih, kenyataannya bersih kok dan nggak bikin kering. Justru sabun cuci muka yang bikin kulit kita jadi kering malah kurang baik untuk kulit.



Wardah Lightening Milk Cleanser
Lightening milk cleanser biasa aku pakai pas selesai berkativitas, jadi kotoran bekas riasan make up dibersihkan dulu pakai ini sambil dipijat-pijat dan dibersihkan pakai kapas, setelah itu wajah baru dicuci pakai lightening creamy foam tadi. Oiya, saat dioleskan juga nggak bikin lengket.



Wardah Lightening Face Toner
Lightening face toner dipakai setelah wajah dicuci pakai creamy foam, jadi tuang ke kapas trus ditepuk-tepuk atau dioleskan lembut ke wajah. Rasanya kulit wajah langsung segar dan dingin gitu, enak. Hhehehe



Wardah Lightening Facial Serum
Lightening Facial Serum, awalnya aku pikir pasti ini yang akan cepat habis, ternyata hal itu nggak akan terjadi kecuali kita nggak sengaja tumpahin banyak ke wajah. Karena cukup setetes di dahi, pipi kanan – kiri dan dagu udah cukup untuk diratakan ke wajah kita dan cairannya licin. Nah serum ini biasa dipakai sebelum kita memakai pelembab.



Wardah Lightening Day Cream
Ini pelembab siangnya, Lightening Day Cream, yang suka aktivitas diluar ruangan, nggak usah takut kena matahari, karena formula SPF nya 30. Tulisan step 1 itu sebagai tahap awal pencerahan kulit. Nah kalau sudah habis step 1, baru beli yang step 2 gunanya untuk proses pencerahan yang lebih optimal.




Setelah menggunakan pelembab siang, bisa dilanjut ke bedaknya wardah lightening two way cake. Ada 4 pilihan warna, jadi bisa disesuaikan ke kulit kita. Nah ini adalah perpaduan bedak dan foundation. Teksturnya halus, lembut dikulit dan tahan lama.



Wardah Lightening Night Cream
Ini pelembab malamnya, Lightening Night Cream, sebelum dioles ke wajah, dilihat baik-baik dulu jangan sampai ketukar dengan krim siang. Kalau di kemasannya gambar bulan artinya malam, matahari itu siang. Pas bangun tidur, aku biasa kaget karena memang lebih bersinar dibanding sebelum aku pakai Wardah dulu. kalau kayak gini sih mending pakai Wardah terus.


Wardah Lightening Body Lotion
Setelah pakai day cream dan night cream nya wardah lightening series, lanjut ke Lightening body lotion. Nah body lotion ini gunanya membantu kulit lain kita cerahnya lebih terawat. Wanginya juga enak.


Yang sudah aku sebutkan usahakan dipakai setiap hari ya, dan ada juga Wardah Lightening Series yang dipakai 2 hari sekali dan seminggu sekali.


Wardah Lightening Facial Scrub
Lightening Facial Scrub ini digunakan 2 hari sekali aja. Butiran scrub nya itu lembut banget dan gunanya mengangkat sel-sel kulit mati kita.




Lightening Facial Mask ini yang digunakan seminggu sekali. Apapun jenis kulit kita, masker ini membantu banget untuk mengahluskan, menyerap kelebihan minyak, menutrisi dan mencerahkan.


Semua produk wardah lightening series fungsi utamanya memang untuk mencerahkan. Mau kulit kamu putih, kuning langsat, sawo matang, akan terlihat cantik kalau cerah, nggak kusam.

Masih ada 3 produk lightening wardah yang belum sempat aku beli:
1. Perfect Bright Moisturizer
2. Lightening BB Cream
3. Lightening Gentle Wash

Dan ini step by step Wardah Lightening Series yang biasa aku lakukan setiap hari saat pagi hari:

Creamy Foam > Face Toner > Facial Serum > Day Cream > Two Way Cake > Body Lotion

Dan ini malam harinya:

Milk Cleanser > Creamy Foam > atau Facial Scrub (2 hari sekali) > Facial Mask (seminggu sekali) > Facial Toner > Facial Serum > Night Cream > Body Lotion


Pas aku buka webnya www.cerahkanpagidanmalammu.com waahh ada foto aku sama Unhy yang baru selesai di facial treatment, belum sempat pakai bedak dan lipstik, hhehe..

www.cerahkanpagidanmalammu.com
Pribadi untuk aku sendiri memang merasakan ada perubahan dari sebelumnya. Setelah bangun tidur muka kelihatan cerah gitu, apalagi pas beraktivitas diluar, kelihatan cerah dibanding sebelumnya. Oiya, kulitku itu sawo matang, jadi sekarang sawo matang aku lebih cerah karena dibantu pakai Wardah Lightening sesuai dengan step by stepnya.

Terima kasih Wardah sudah mengadakan ‘Wardah Bright Days Contest’ hikmah yang aku dapat dari  ini adalah menyenangkan orang terdekat tidak perlu sampai menyulitkan diri kita sendiri. Bersyukur sudah mengenalnya dan tetap jalin komunikasi sejauh apapun jaraknya. Jangan lupa buat hari-harimu cerah versi dirimu sendiri.





31 Agu 2016

Inovasi untuk Perahu Nelayan

Posted by with 2 comments
Jika kita ingin ke pulau, pasti singgah ke dermaga dan mencari perahu agar dapat mengakses ke pulau yang ingin kita kunjungi. Terkadang banyak juga yang mengeluhkan dan menawar biaya perahu yang menurut kita terlalu mahal. Jika menurut Anda terlalu mahal, janganlah kesana atau bawalah perahu sendiri. Berpikirlah jika ingin menawar harga. Jika kalian tidak menawar harga di restoran, cafĂ© dari brand  luar Negara Indonesia, mengapa untuk menyeberang ke pulau harus menawarkan harga?.

Membahas tentang pulau, di Kota Makassar, Kecamatan Ujung Tanah, Kelurahan Kodingareng ada dua pulau yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Pulau Kodingareng yang biasanya dinamakan oleh penduduk setempat sebagai Pulau Kodingareng Lompo, dan Pulau Kodingareng Keke. Apa perbedaan dari dua pulau ini?

gerbang pintu masuk di Pulau Kodingareng Lompo (foto: Rahmat Fajri)
Saya berkenalan dengan seorang sahabat bernama Rahmat Fajri yang menjadi sumber informan saya untuk mendapatkan informasi berdasarkan hasil observasi tentang Pulau Kodingareng, karena ruang lingkup kerjanya berada di Pulau tersebut.

Pulau Kodingareng  Keke terletak disebelah utara Pulau Kodingareng  Lompo, dan berjarak 14 km dari Makassar. Bentuk  pulaunya  memanjang  timur laut – barat daya, dengan  luas ± 1 Ha. Pada sisi selatan pulau, pantainya tersusun oleh pecahan karang yang berukuran pasir  hingga  kerikilan,  sedangkan   pada  sisi  utara  tersusun  oleh  pasir  putih  yang berukuran sedang-halus dan bentuknya berubah mengikuti musim barat dan timur. Tidak tersedia transportasi reguler menuju pulau ini, namun dapat menggunakan perahu motor carteran  (sekoci),  40  PK  dengan  biaya  Rp.  500.000,-  (pergi-pulang).  Tidak  tercatat adanya  penduduk  di pulau  ini, namun  dalam  10 tahun  terakhir  ini terdapat  beberapa bangunan peristirahatan semi permanen bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.

Sedangkan Pulau Kodingareng Lompo berdasarkan hasil pendataan penduduk tahun 2012 mencatat jumlah penduduk di Kelurahan Kodingareng sebanyak 4.495 jiwa. Jumlah penduduk ini terdiri dari 2.241 laki–laki (49,82%) dan 2.257 wanita (50,18%) (BPS, 2013). Kepadatan penduduk tercatat 9.364,5 jiwa per km2, jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 1.043 KK.

Letak pulau ini dapat ditempuh selama 1 jam dari Kota Makassar dengan menggunakan kapal mesin (42 PK). Akses ke pulau ini cukup baik dengan tersedianya kapal reguler, di mana biaya  transportasi  laut  ke  pulau  ini  adalah Rp. 30.000 (PP) per orang.  Jumlah  kapal  regular  yang  dimiliki  oleh  penduduk  pulau  ini sebanyak  3 buah, beroperasi   setiap  hari  termasuk   hari  Minggu.   Selain  menggunakan   kapal  regular, biasanya untuk mengakses  daerah ini dapat dilakukan  dengan menyewa  kapal khusus yang biayanya mencapai Rp. 700.000,– (PP).

dermaga di pulau kodingareng (foto: Rahmat Fajri)
Mata pencaharian masyarakat Kelurahan Kodingareng sudah cenderung lebih heterogen/beragam jika dibandingkan dengan pulau–pulau lain dalam kawasan Kepulauan Spermonde. Sekitar 70% penduduk menggantungkan diri dari aktifitas nelayan/petani.  Sebagian masyarakat bekerja pada sektor jasa seperti jasa transportasi / angkutan perairan, pertokoan, pertukangan, buruh bangunan, guru, pegawai negeri serta pembuat perahu kayu dan Fiber.

Perlu diketahui, pertimbangan nelayan jika pergi melaut, pertama ongkos, kedua cuaca dan ketiga hasil tangkapan. Ongkos yang dimaksud adalah bahan bakar, makan dan minum serta rokok bagi yang merokok. Untuk harga bensin ara nelayan biasa membeli 10 ribu per liter, Dalam sehari rata-rata bisa menghabiskan 5 – 7 liter, tergantung dari jarak tempuh yang dilalui. Untuk bahan bakar saja sudah menghabiskan Rp 50.000 – Rp 70.000 belum termasuk makan dan rokok. Diperkirakan perlu Rp 100.000 yang disiapkan untuk melaut perhari.

Dengan beratnya ongkos perhari, seorang Nelayan dari Pulau Kodingareng bernama Yajji membuat inovasi untuk menghemat pengeluarannya itu. Yakni menggunakan gas. Harga gas Rp 23.000 dan jika dipakai bisa 3 sampai 5 hari baru habis. Perbandingannya cukup jauh antara perahu yang menggunakan bensin dan gas. Ide ini Yajji yang membuat sendiri. Cara pakainya cukup mudah, Bensin hanya dipakai untuk menghidupkan mesin saja, setelah hidup langsung dialihkan ke gas, dan aliran untuk bensin ditutup.

gas sebagai pengganti bahan bakar perahu nelayan (foto: Rahmat Fajri)
mesin perahu yang telah dibuatkan untuk aliran gas (foto: Rahmat Fajri)
Yajji, Nelayan Pulau Kodingareng berumur sekitar 67 tahun, tamatan SD memberikan Kabar Baik kepada nelayan yang melaut dan berat memikirkan ongkos bahan bakar. Inovasi Daerah pesisir yang dibuatnya dapat dipraktekan oleh para nelayan yang memiliki perahu untuk melaut. Semua bisa seperti Yajji jika memiliki kemauan berinovasi Untuk Indonesia sehingga akan lebih banyak Kabar Baik yang akan kita dapatkan tentang Indonesia.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

27 Jul 2016

Bertiga Di Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

Posted by with No comments
Rabu, 27 Juli 2016 | Di Rumah Makassar

Setiap kejadian yang membahagiakan, akan selalu kuusahakan menulisnya di blogku ini. Entah itu beberapa tahun silam, atau 2 bulan yang lalu seperti yang akan kuceritakan disini. Tujuannya yaah agar abadi. Berharap deh semoga Internet akan terus ada agar tulisanku bisa terbaca, kalaupun ada tanda-tanda Internet akan redup, siap-siap aku print semua postingan disini dan kujilid.

Tanggal 3 sampai 9 Mei lalu aku gunakan cuti kerjaku ke Surabaya, Gresik dan Malang. Alasan spesialnya karena Sahabatku Juwita menikah. Dan berhubung ada tanggal merah di tanggal 5 dan 6, yaa aku pakai saja ke Jawa, kan lumayan tuh cuti cuma 3 hari tapi dapat bonus 2 tanggal merah & 2 hari sabtu-minggu (hari liburnya bank).

Dan saat tanggal 4 Mei tiba, Aku mengagendakan keluar bersama algojoku. Cerita tentang algojoku klik disini. Sempat sedih sih, karena Izzuddin ternyata terlanjur pergi sama teman-temannya mendaki. Aziz nggak bisa cuti karena kerjaan menumpuk diluar pulau sana. Jadi sisa Radewa dan Berry. Kami pun memutuskan ke Food Junction Grand Pakuwon.

Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

Maafkan kalau gelap, karena aku datang pas malam.

Tempat ini pas aku kesana mayoritas didatangi oleh pelajar dan mahasiswa. Wajah kami bertiga masih mendukung untuk dikatakan mahasiswa (mahasiswa tingkat akhir tepatnya). Oiya, sayangnya pas kesini aku menemukan pemandangan yang membuatku ingin menghampiri 2 sosok lawan jenis di rerumputan dengan cahaya yang remang-remang, ingin rasanya mengagetkan mereka, “HAYOO.. NGAPAIINN??”.

Tapi kata Radewa dan Berry, “Wes Van, Ojo Ngawur”.

Semoga pihak Food Junction Grand Pakuwon membaca blogku ini dan ada penambahan personil keamanan , agar tempat ini tidak dijadikan hal-hal yang sepantasnya dilakukan di dalam kamar. Hhihihi

Lumayan banyak wahana disini. Ada komedi putar, kuda putar, perahu bebek di kolam, tetapi yang paling cocok untuk kami bertiga ya di wahana lampion. Karena kalau naik kuda, lebih besar kami daripada kudanya. Nah ini keseruan kami bertiga.

Kiri ku Radewa dan Kananku Berry. Pake flat shoes, jadi tingginya jujur.
bersama lampion kingkong.
ini di dalam lampion istana merah putih
Radewa selalu di depan karena tangannya sepanjang tongsis

Kebanyakan foto ke kami bertiga kan daripada objek lampionnya. Hhahaha.. Seenggaknya ada gambaran lah kalau mau kesana. Oiya, kalau pake kamera HP seperti hasil foto yang saya posting ini, harus jago cari pencahayaan yang benar, jangan sampai harapan ingin foto bareng lampion mengecewakan karena wajahmu jadi siluet. Tiket masuk kesini perorang Rp 20.000 dan durasinya bisa sampai Food Junction Grand Pakuwon tutup.

lelah keliling lampion, lapar, makan, pulang

Namanya juga food junction, jadi ada penjual makanannya. bisa pilih mau makan di dalam dengan AC atau diluar dengan angin alami. Makanan yang dijual juga lengkap. Mau makanan besar, kecil, berkuah atau tidak, minum jus, teh, kopi, nyemil kebab, kentang goreng, semuanya ada. Harganya juga terjangkau kok. daan ada wifinya.

Bersama mereka kembali mengingatkanku di jaman dulu saat masih SMP. 3 Tahun di SMP yaa 3 tahun juga selalu main ke rumah, bahkan tempat bimbingan belajar kami pun (Aku dan 4 Algojoku) juga sama. Selesai SMP sempat sedih karena SMA kami nggak sama. Tapi kebiasaan main ke rumah tetap. Keseringan sama mereka, aku belajar “Oohh cowok itu kalu ngumpul mereka bahas ini toh”. Hhahaha.. hey pria-pria.. aku tau apa yang selalu kalian bahas.

Hmm.. gimana ceritanya ya kalau dulu aku memutuskan kuliah di Surabaya, pasti mereka singgah lagi ke rumahku, cerita tentang ini, itu, ngajak pacarnya ke rumahku. Kebiasaan kalian mesti diubah. Allah memang sudah merencakan kalau kita berlima harus bersahabat. Aku juga berharap saat kita sudah menikah dengan pasangan yang kita miliki sekarang ini, kemudian kalian berempat datang ke rumahku bawa istri dan anak, trus kita kenalkan anak kita masing-masing, siapa tau cocok dan akhirnya kita semua menjadi besanan. Hhaha.. Manusia bisa berencana, tapi tetap Allah yang memutuskan seperti apa..


Jangan pernah putus tali silaturahmi kita. Terima kasih Radewa dan Berry. Terima kasih juga untukmu yang sudah baca. Daaann untuk adik-adik yang masih SMP atau SMA, menurut pengalaman pribadi aku sih, tempat ngumpul bareng sahabat paling enak adalah di rumah. Coba liat film AADC, kalau ngumpul kebanyakan di rumah Cinta kan? dan pas mau reuni di AADC 2, ngumpul di cafe, trip keluar kota. Hhahaha..

Mari perbanyak sahabat, dan berkumpul lah di tempat yang memudahkanmu.